Selasa, 19 Oktober 2010

Kondisi Hutan Di Indonesia Saat Ini !!

-
-
-

Ilegal logging atau pembalakan liar, atau penebangan liar, adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.
-
Walaupun angka penebangan liar yang pasti sulit didapatkan karena aktivitasnya yang tidak sah, beberapa sumber tepercaya mengindikasikan bahwa lebih dari setengah semua kegiatan penebangan liar di dunia terjadi di wilayah-wilayah daerah aliran Amazon, Afika Tengah, Asia Tenggara (terutama Indonesia), Rusia dan beberapa negara-negara Balkan.
-
Data yang dikeluarkan Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia sejak tahun 1985-1997 telah kehilangan hutan sekitar1,5 juta hektar setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hektar hutan produksi yang tersisa. Penebangan liar berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan kayu di pasar internasional, besarnya kapasitas terpasang industri kayu dalam negeri, konsumsi lokal, lemahnya penegakan hukum, dan pemutihan kayu yang terjadi di luar kawasan tebangan.
-
Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektar pertahun, sebagian besar disebabkan oleh aktivitas illegal logging atau penebangan liar (Johnston, 2004). Sedangkan menurut data Badan Penelitian Departemen Kehutanan, kerugian finansial akibat penebangan liar menunjukan angka Rp. 83 milyar perhari (Antara, 2004).
-
Berdasarkan hasil analisis FWI dan GFW dalam kurun waktu 50 tahun, luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia. Dan sebagian besar, kerusakan hutan (deforestasi) di Indonesia akibat dari sistem politik dan ekonomi yang memperlakukan sumber daya hutan sebagai sumber pendapatan dan dieksploitasi untuk kepentingan politik serta keuntungan pribadi.
-
Menurut data Departemen Kehutanan RI tahun 2006, luas hutan yang rusak dan tidak dapat berfungsi optimal telah mencapai 59,6 juta hektar dari 120,35 juta hektar kawasan hutan di Indonesia, dengan laju deforestasi (perusakan hutan / penggundulan hutan) dalam 5 tahun terakhir mencapai 2,83 juta hektar per tahun. Bila keadaan seperti ini berjalan terus, dimana Sumatera dan Kalimantan sudah kehilangan hutannya, maka hutan di Sulawesi dan Papua akan mengalami hal yang sama. Menurut analisis World Bank, hutan di Sulawesi diperkirakan akan hilang tahun 2010. (Sumber: Wikipedia).


Hutan Indonesia yang hilang dari tahun 2000 – 2005. Warna hijau adalah hutan yang tersisa. Warna merah adalah penggundulan hutan.


Hutan di Kalimantan yang hilang dari tahun 1950 – 2010. Warna hjiau adalah hutan yang tersisa.


Penggundulan hutan di Papua dan Papua New Guinea di tahun 1980 dan perkiraan di tahun 2020.


Negara-negara dengan tingkat penggundulan hutan terbesar.

Jumat, 15 Oktober 2010

Keyakinan yang membuahkan hasil yang memuaskan


Waktu masih kecil, anda mungkin pernah mendengar kisah adaptasi ‘The Little Engine That Could’? Buku itu bercerita tentang kereta api yang bergerak ke bukit dengan perlahan dan tersendat. Lokomotifnya berkata pada diri sendiri, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa.” Kereta pun terus bergerak perlahan naik hingga tiba di bukit dengan selamat.
Pelajaran sederhana yang dapat diberikan ialah: percayalah pada kemampuan diri sendiri. Seandainya lokomotif itu tidak percaya akan kemampuannya tiba di atas bukit, bisa jadi kisah dalam buku itu berakhir menyedihkan.
Bukan hanya lokomotif itu saja yang dapat mengatakan, “Aku bisa, aku bisa, aku bisa”, tetapi Anda pun dapat melakukan yang sama. William Arthur Ward, penulis kondang asal Amerika mengatakan, ”Saya adalah pemenang karena saya berpikir seperti pemenang, bersiap jadi pemenang, dan bekerja serupa pemenang.” Ward betul, jika Anda berpikir menjadi seorang pemenang, maka memang benar Anda seorang pemenang.
Kisah heroik lokomotif itu dalam dunia nyata dibuktikan sendiri oleh Hendrawan, atlet bulutangkis Indonesia. Tahun 1997, Hendrawan dinyatakan sudah habis oleh PBSI. Karena faktor usia dan prestasinya yang menurun, PBSI bermaksud mengeluarkan Hendrawan dari Tim Pelatnas. Tapi Hendrawan punya keyakinan sendiri, bahwa ia percaya kemampuannya dan belumlah habis. Hendrawan masih percaya bahwa ia dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi. Dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi, dan diiringi kerja keras yang tidak lelah, Hendrawan menunjukkan kepada dunia bahwa ia memang mampu meraih prestasi luar biasa.
Hendrawan membuktikan kemampuannya telah sempat dinyatakan sudah habis. Tahun 1998, Hendrawan menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Juga ia menjuarai Singapura Terbuka. Kemudian di tahun 2000, Hendrawan kembali menjadi penentu kemenangan Tim Thomas Indonesia. Di tahun itu pula ia mengukir namanya dengan meraih medali perak dalam Olimpiade Sydney. Masih di tahun yang sama, ia menjadi runner up Jepang Terbuka. Dan pada tahun 2001, ia menjadi Juara Dunia Tunggal Putra, sebuah gelar yang menjadi idaman pebulutangkis manapun di dunia. Tahun 2002, ia kembali membawa Indonesia mempertahankan Piala Thomas ke Tanah Air.
Percaya kemampuan diri sendiri tak harus ditunjukkan oleh mereka yang berprofesi sebagai atlet, yang bekerja di kantoran, yang mempunyai stamina fisik yang prima, atau mereka yang masih muda dan memiliki semangat menggebu-gebu. Percaya pada diri sendiri, percaya akan kemampuannya, dapat ditunjukkan oleh siapa pun. Tanpa mengenal pekerjaan, status, umur, dan jenis kelamin.
Generasi sekarang mungkin hanya mengenal nama Mak Erot. Seorang tokoh pengobatan khusus laki-laki yang telah tiada. Nama lain yang tak kalah kesohornya yang hampir mirip adalah Mak Eroh. Generasi sekarang mungkin tak mengenal nama ini. Tahun 1988, nama Mak Eroh sempat menyedot publik nasional. Saat itu, semua orang ramai memperbincangkannya . Mak Eroh, waktu itu berumur 50 tahun, perempuan dari Kampung Pasirkadu, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memang telah mengukir prestasi besar.
Apa yang membuat nama Mak Eroh melambung? Mak Eroh, bergelantungan seorang diri di lereng yang tegak di tebing cadas, di lereng timur laut Gunung Galunggung. Mak Eroh berhasil berjuang sendirian membuat saluran air sepanjang 47 hari. Ketika pertama kali Mak Eroh melakukannya, banyak masyarakat sekitar yang mencibir tindakannya. Tapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bekerja. Mak Eroh percaya akan kemampuan nya, walau saat itu usianya boleh dibilang tidak muda. Seorang wanita yang mustinya menikmati hari tuanya dengan menimang atau bermain dengan cucu.
Mak Eroh yang hanya mengecap pendidikan hingga kelas III SD dan memiliki tiga orang anak, dalam aksinya menggunakan tali areuy, tali sejenis rotan sebagai penahan ketika bergelantungan. Sedangkan alat yang dipakai untuk ‘mengebor’ tebing cadas hanyalah cangkul dan balincong, serupa linggis pendek.
Saluran untuk mengalirkan air dari Sungai Cilutung akhirnya berhasil diselesaikan. Berhentikah tindakan Mak Eroh mengebor tebing cadas? Belum. Dengan semangat yang tak kenal menyerah, Mak Eroh melanjutkan membuat saluran air berikutnya sepanjang 4,5 kilometer mengitari 8 bukit dengan kemiringan 60-90 derajat. Bukan main! Pengerjaannya kali ini dibantu oleh warga desa yang mau membantunya, setelah melihat dengan mata kepala sendiri hasil yang telah dilakukan Mak Eroh. Dalam waktu 2,5 tahun, pekerjaan lanjutan itu terselesaikan dengan baik. Hasilnya? Bukan hanya lahan pertanian sawah Desa Santana Mekar yang terairi sepanjang tahun. Tapi juga dua desa tetangga yang ikut menikmati kucuran air hasil kerja keras Mak Eroh setelah warganya membuat saluran penerus, yaitu Desa Indrajaya dan Sukaratu.
Aksi Mak Eroh akhirnya sampai juga ketelinga Presiden Suharto. Atas aksinya yang tergolong berani dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, Mak Eroh mendapat penghargaan Upakarti Lingkungan Hidup pada tahun 1988. Setahun kemudian, dia juga meraih penghargaan lingkungan dari PBB.
Dua kisah di atas memberi hikmah bahwa sebenarnya kita memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang dimiliki. Seperti yang dikatakan oleh Mary Kay Ash, pengusaha kosmetik sukses asal Amerika, ”Anda bisa melakukannya jika Anda berpikir demikian, dan jika Anda kira tidak dapat melakukannya, Anda benar.” Percaya akan kemampuan diri sendiri. Jadilah lokomotif, dan teruslah bergerak untuk maju. (210708)
“Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan dalam diri Anda.”

Kisah nyata

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yang sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaanya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Sang kekasih selalu ada disampingnya untuk menemaninya dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahinya jikalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadis tersebut.
Kekasihnya bertanya kepada gadis itu," Sayang,,,sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menerima permintaan ku ketika yang ku janjikan itu??"
Dalam hitungan detik gadis itupun terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan ketika itu pula dia menolak untuk menikahi si pria yang selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama dia buta.
Dan akhirnya si Pria itu pergi dengan meneteskan air mata dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, "Sayangku, tolong engkau jaga baik baik ke2 mata yang telah aku berikan kepadamu."
Guys, kisah diatas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam kehidupannya berubah. Hanya sedikit dari kita yang ingat bagimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagiyang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Guys gua harap, hari ini.
Sebelum kamu berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum kamu mengeluh mengenai cita rasa makananmu ingatlah akan seseorang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Lanjutan

Guys....
nyambung lagi cerita yang kmrn nih, Ketika gua mendapatkan seorang gadis di Kota Bontang. Ku jalani kehidupan penuh dengan harapan ( cieeeee ). Pergi kerja semangat lanjut pergi kuliah dari sore sampe mlm pun tetep semangat.
Sebetulnya sempet bingung sih, apakah penyemangat dalam hidup itu dengan adanya pedamping disisi gua atau kh tidak??
Menurut kalian gmn?? Kalau menurut gua ada presentasenya sih...
30% dari si Doi, 30% dai Bonyok, 30% dari diri gua sendiri,10% dari orang di
sekitar gua. Tapi udh lah y ga usah dibahas, yg jelas disini gua tambah semngat hidup dengan adanya si dia di hidup gua.
Hari hari kuhabiskan waktu hampir dengan si dia. Hingga pada akhirnya ada sebuah masalah pada kita. ( Untuk yang satu ini gua ga beberkan ceritanya y,,, sory  ). Guys, ingatlah ketika kita senang dan janganlah kita terlalu lupa diri akan kesenangan itu, karena jika tidak, justru hal yang tidak kita inginkan akan menghampiri kita. Dan semenjak itu pula gua belajar untuk mencinti hidup apa adanya dan tidak terlalu senang ketika mendapatkan kesenangan. Gua mulai belajar hidup seperti air, yang mengalir tenang memberikan kesejukan dengan kedamaian kepada siapapun.
Thank's guys udh mau tau pengalaman hidup gua, kedepan kita belajar bareng mengenai kehupan saat ini, sekarang dan masa yang akan datang.
See u next time....Bye.

Rabu, 13 Oktober 2010

Arti dari sebuah kehidupan

Sepuluh hari yang membuatku puas… Banyak pelajaran yang aku dapatkan di kala kesepuluh hariku pulang ke kampung halaman tersebut. Bertukar pikiran dengan Bapakku tercinta, menghasilkan banyak sekali pelajaran baru buatku.

Salah satunya adalah tentang sebuah arti kehidupan menurut Quran. Bahwa hidup adalah sebuah tempat “kepura-puraan” atau “sandiwara”, “saling menyombongkan diri” dan “penipuan”. Eits, tunggu dulu. Ini penjabarannya:

1. Kepura-puraan maksudnya adalah bahwa hidup ini sebenarnya adalah kosong, tidak ada artinya bagi kita semua. Kita mencari harta dan menumpuknya sebanyak-banyaknya adalah sejatinya kosong. Kita mencari gelar dan jabatan setinggi-tingginya adalah sebenarnya kosong. Kita bernapas pun sebenarnya adalah kosong. Jadi, sebetulnya semuanya adalah kosong, kecuali Yang Maha Agung yang mempunyai kuasa bagi seluruh alam, tak terkecuali manusia.
2. Saling menyombongkan diri maksudnya kita hidup hanya dikejar oleh rasa ingin membanggakan diri sendiri. Punya sesuatu yang sedikit pun apabila dirasakan baik baginya cenderung ingin ditunjukkan kepada orang lain. Rasa kebanggaan terhadap diri sendiri (dan juga bisa membanggakan orang lain atau harta benda yang dimiliki) itu tidak dapat dipungkiri melekat pada diri semua manusia tanpa terkecuali.
3. Penipuan. Yang dimaksud penipuan di sini adalah, bahwa nikmat yang dirasakan di dunia adalah sebenarnya bukan nikmat yang langgeng, hanya nikmat semu dan sesaat. Namun itu dirasakan nikmat dan cenderung dengan senang hati dilakukan oleh manusia. Sedangkan nikmat yang sebenarnya adalah nikmat akhirat, yang di dunia adalah dirasakan bukan sebagai nikmat oleh manusia melainkan sebagai sebuah beban atau tuntutan. Sehingga, manusia cenderung untuk meninggalkannya.

Kehidupan di dunia ini hanyalah dapat dirasakan bukan sebagai ketiga hal di atas oleh orang yang benar-benar tidak memikirkan ketiga hal yang di atas, melainkan menyandarkan kesemuanya kepada Yang Esa. Sedangkan untuk bisa melakukan itu, manusia harusnya mempunyai dua kunci hidup, yakni SABAR dan SYUKUR (Sesuai dengan konsepku pribadi, namun sekarang aku tambahi satu lagi jadi 3S: SADAR, SABAR, dan SYUKUR).

Ditulis dalam Agama dan Kepercayaan, Diri, Pribadi, Sosial Kemasyarakatan, Umum | Tag: arti, bangga, Bapak, desa, Esa, hidup, kosong, libur, manusia, penipuan, pulang, pura-pura, Quran, sabar, sadar, sandiwara, sombong, syukur, tipu, Tuhan

Pengalaman pribadi

Sejak 2006 gua mulai meniti kehidupan gua ke masa depan.Tepat di tahun 2006 gua putuskan untuk berpisah sementara dengan bonyok gua ( bokap dan nyokap maksudnya ....he ).
Gua merantau ke salah satu kota di Kalimantan Timur, tepatnya Kota Bontang.
Dari tempat asal ku Kota Bandung tercinta menuju tempat rantau ku Kota Bontang menempuh perjalanan selama 8 jam.
Sesampainya di Bontang gua langsung istirahat, dan keesokan harinya barulah gua menghirup udara dan merasakan cuaca serta kehidupan di Kota Bontang.
Gua di Bontang tinggal sama bibi, dan ketika itu juga gua share bersama bibi gua.
Bi, gimana sih keadaan kota Bontang itu, dia pun menjawab bla bla bla bla.
Sedikit demi sedikit gua memahami keadaan kota bontang
Berhubung ketika itu tepat penerimaan mahasiswa baru di Kota Bontang, tante gua nyaranin untuk kuliah.
Gua berpikir. kalo gua belajar trus kapan gua cpet dapet kerjaan.
Tapi gua salah guys, ternyata yang namanya ilmu harus tetap kita cari sampai kapanpun, karena itulah modal kita untuk mendapatkan yang namanya kerjaan.
Maka semenjak itu pula gua putuskan untuk kuliah di kota Bontang.
Hari hari gua jalanin. begitu banyak yang bisa gua dapatkan di kota Rantau. Sampai suatu saat gua terpilih menjadi mahasiswa berprestasi, keliling kalimantan timur dan lain sebagainya.
Gua suntuk dengan waktu gua yang gua gunakan hanya untuk kuliah.
Jadi gua putuskan, dengan sedikit keterampilan yang gua punya di dunia maya ( broadcast maksudnya )
untuk bergabung di salah satu Station Radio di Kota Bontang, 101.5 Buana Fm namanya
Banyak yang gua dapetin lagi setelah aktivitas gua bertambah selain kuliah tadi.
Sampe sampe sempet hati gua berlabuh di salah satu cewek di Kota Bontang, dan ketika itu juga banyak cerita yang gua jalani.
Guys pengen tau jalan ceritanya??
Sabar dulu y, kita break dulu....
Kpn kpn gua sambung lagi, karena disini masih banyak pelajaran dalam kehidupan yang bisa kita ambil.
Bersambung!!!!